loading...
Robot ramah LG CLOiD untuk membantu keberlangsungan kehidupan sehari-hari terasa lebih ringan, lebih cerdas, dan tentu saja, lebih baik.
Di bawah lampu sorot panggung LG World Premiere, suasana panggung pra-CES tahun ini terasa berbeda. Tidak ada lagi deretan angka spesifikasi yang kaku. Sebaliknya, CEO LG Electronics, Lyu Jae-cheol, berdiri di depan audiens dengan sebuah pertanyaan retoris yang memancing imajinasi: "Bagaimana jika AI bisa keluar dari layar dan mulai bekerja untuk kita di dunia nyata?"
Itulah titik berangkat bagi LG untuk memperkenalkan babak baru teknologi mereka: AI in Action. Ini bukan sekadar kecerdasan buatan yang pintar menjawab pertanyaan, melainkan evolusi dari konsep Affectionate Intelligence, sebuah kecerdasan yang "peduli" dan benar-benar memahami ritme hidup manusia.
CLOiD: Sahabat Baru di Sudut Ruang Tamu
Bintang utama hari itu bukanlah sebuah layar raksasa, melainkan sosok robot ramah bernama LG CLOiD. Dengan dua lengan lincah dan lima jari yang presisi, CLOiD tampak lebih seperti penghuni rumah daripada sekadar mesin.
Bayangkan sebuah skenario, Anda sedang dalam perjalanan pulang dan mengirim pesan singkat melalui aplikasi ThinQ™, "Saya segera sampai." Di rumah, CLOiD tidak hanya menyalakan lampu. Ia menganalisis bahwa Anda biasanya lari sore, namun prakiraan cuaca menunjukkan hujan akan turun. Secara proaktif, ia menyarankan Anda berolahraga di dalam ruangan, menyesuaikan suhu ruangan, bahkan menyiapkan pakaian olahraga dari mesin pengering.
Inilah wujud nyata dari visi Zero Labor Home. LG bermimpi menciptakan rumah di mana tugas-tugas domestik yang melelahkan, seperti melipat cucian atau merapikan piring, diambil alih oleh agen cerdas, sehingga manusia bisa memiliki kembali waktu mereka untuk hal-hal yang lebih bermakna.












































