loading...
Kawisari Menteng hadir sebagai perpanjangan pengalaman dari perkebunan Kawisari dan Sengon di Wlingi, Blitar, Jawa Timur. Foto/Armydian Kurniawan.
JAKARTA - Pintu kayu tinggi terbuka pelan memperlihatkan ruang makan luas dengan langit-langit menjulang dan lengkungan putih bergaya kolonial yang rapi. Cahaya lampu gantung bermotif klasik memantul lembut di lantai kayu, sementara di tengah ruangan terbentang kolam ikan memanjang dengan pancuran kecil yang bergerak ritmis, menciptakan suara gemericik menenangkan di antara meja-meja yang tertata simetris.
Di langit-langit, atap kaca besar membingkai lampu gantung di tengah ruang. Ornamen burung berukuran besar dengan sayap membentang—berwarna hitam, putih, merah, dan biru—terpasang di beberapa titik, seolah melayang melintasi ruangan dan memberi aksen artistik yang kuat sekaligus ikonik.
Baca juga: Lebih dari Sekadar Makan: Menikmati Kehangatan 'Just Made Moments' di Hikiniku to Come Jakarta
Di sisi kiri, tangga kayu dengan detail ukiran klasik membawa mata menuju lantai atas. Dinding di sekelilingnya dipenuhi bingkai foto dan ilustrasi bergaya vintage yang menyiratkan jejak masa lalu. Sementara itu, area bar di bagian belakang tampil elegan dengan sentuhan warna hijau dan emas, lengkap dengan kursi tinggi yang tersusun rapi, menghadirkan nuansa hangat namun eksklusif.
Bergeser ke sisi kanan, jendela kayu besar dengan panel kaca membuka pandangan ke luar, menghadirkan cahaya yang menyeimbangkan interior. Meja-meja kecil di area ini terasa lebih privat, ditempati pengunjung yang larut dalam percakapan atau menikmati hidangan dengan tenang. Interaksi yang terjadi mengalir alami, menyatu dengan ritme ruang yang terasa hidup.


















































