loading...
Foto: Doc. Istimewa
Penguatan ekonomi masyarakat pesisir tidak cukup hanya dengan membuka akses permodalan. Pendampingan usaha, peningkatan nilai tambah produk, penguatan kapasitas perempuan, hingga akses pendidikan menjadi bagian penting untuk mendorong keluarga ultra mikro naik kelas.
Gambaran tersebut terlihat di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Di kawasan Pulau Mengare yang kaya potensi perikanan, tambak, dan hasil laut, perempuan turut menjadi motor penggerak ekonomi keluarga melalui berbagai usaha skala rumahan.
Hal itu terlihat saat Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengunjungi Desa Watuagung. Muhaimin melihat langsung bagaimana pembiayaan yang disertai pemberdayaan membantu pelaku usaha ultra mikro mengembangkan usaha sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Desa Watuagung memiliki sekitar 3.000 penduduk. Berdasarkan data BPS 2025, sebanyak 1.492 di antaranya merupakan perempuan. Sekitar 60% masyarakat di desa tersebut tercatat sebagai nasabah PNM Mekaar.
Besarnya jumlah nasabah menunjukkan potensi ekonomi ultra mikro, khususnya yang digerakkan perempuan, memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian masyarakat pesisir.
Potensi ekonomi Mengare selama ini bertumpu pada perikanan, pertambakan, perdagangan hasil laut, serta berbagai produk olahan. Tantangannya bukan hanya memperoleh modal, tetapi bagaimana potensi tersebut dikembangkan menjadi usaha produktif, berkelanjutan, dan memiliki nilai tambah.
Bagi PNM, pembiayaan menjadi pintu masuk. Namun, akses modal perlu dilengkapi pemberdayaan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas usahanya.
Salah satu contohnya adalah Lisminah, perempuan yang mempertahankan usaha pembuatan terasi secara turun-temurun. Dengan dukungan PNM Mekaar, usahanya berkembang dari sisi kapasitas produksi, kualitas hingga pemasaran.


















































