loading...
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto/anadolu
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Amerika Serikat "telah lama melakukan kesalahan perhitungan akibat kegagalan intelijen," termasuk saat melancarkan perang terhadap Iran. Pernyataan itu muncul dalam unggahan di platform X.
Araghchi menyebut tindakan Washington di Selat Hormuz sebagai "kesalahan perhitungan yang jauh lebih besar."
"Lebih buruk daripada berita palsu adalah intelijen palsu," ujar Menteri Luar Negeri tersebut.
Sementara itu, Iran berupaya memperpanjang konflik karena mereka meyakini tekanan ekonomi tidak menimbulkan ancaman eksistensial bagi kelangsungan pemerintahan mereka. Pendapat itu disampaikan Michael Stephens, peneliti senior di Royal United Services Institute (RUSI), kepada Al Jazeera.
Hampir enam bulan setelah perang dimulai, Iran kini yakin bahwa AS tidak berniat melakukan invasi darat. "Ancaman eksistensial itu sudah tidak ada," kata Stephens.

















































