loading...
PM Israel Benjamin Netanyahu akan diadili terkait kasus korupsi pada 12 April 2026. Foto/Chaim Goldberg/Flash90
TEL AVIV - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Aragchi menyinggung kasus korupsi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang akan disidangkan pada Minggu (12/4/2026). Menurutnya, gencatan senjata di seluruh wilayah akan mempercepat pemenjaraan pemimpin rezim Zionis tersebut.
Netanyahu telah lama terjerat kasus korupsi. Namun proses hukumnya berlarut-larut karena kondisi perang. Kubu oposisi Israel dan para kritikus menilai perang, baik di Gaza, Lebanon, maupun Iran, sengaja dirancang Netanyahu agar dia terhindar dari persidangan.
Baca Juga: Perang Lawan Iran, Tentara AS Konsumsi 950.000 Galon Kopi, 2 Juta Minuman Energi dan Nikotin
Netanyahu telah didakwa pada tahun 2019 atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan- yang semuanya dia bantah. Persidangannya, yang dimulai pada tahun 2020, dapat mengakibatkan hukuman penjara dan telah mengalami beberapa penundaan.
"Sidang kriminal Netanyahu dilanjutkan pada hari Minggu. Gencatan senjata di seluruh wilayah, termasuk di Lebanon, akan mempercepat pemenjaraannya," tulis Aragchi di X.
Netanyahu adalah PM Israel pertama yang masih menjabat tapi didakwa dengan kejahatan.
Pihak pengadilan Israel pada hari Kamis mengumumkan sidang korupsi Netanyahu akan dibuka lagi pada hari Minggu. Pengumuman muncul beberapa jam setelah Israel mencabut keadaan darurat yang diberlakukan terkait perang dengan Iran.
Keadaan darurat, yang telah menutup sekolah dan tempat kerja, dicabut pada Rabu malam karena tidak ada laporan tentang rudal Iran yang datang setelah gencatan senjata disepakati.

















































