Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara

2 hours ago 5

loading...

Mentan Andi Amran Sulaiman meninjau lahan pertanian terdampak bencana di Lhokseumawe, Aceh. Foto/istimewa

ACEH - Kementerian Pertanian ( Kementan ) resmi memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera. Langkah tersebut ditandai dengan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana yang dilakukan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Lhokseumawe, Aceh.

Rehabilitasi mencakup perbaikan lahan sawah, jaringan irigasi, serta pemulihan sarana dan prasarana produksi pertanian agar petani terdampak dapat segera kembali berproduksi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) menegaskan, pemulihan sektor pertanian pascabencana merupakan tanggung jawab negara. “Ini tanggung jawab kami sebagai Menteri Pertanian dan sebagai Kepala Badan Pangan Nasional,” katanya, Kamis (15/1/2026).

Amran menjelaskan, sejak bencana melanda sejumlah wilayah Sumatera pada akhir November 2025, Kementerian Pertanian langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Begitu menerima informasi bencana, seluruh jajaran Kementan diminta segera mengambil langkah nyata.

Baca juga: Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi

“Begitu kedengaran ada bencana, kami langsung ke Kementerian Pertanian dan meminta seluruh pegawai serta mitra mengeluarkan sedekah terbaiknya untuk saudara-saudara kita di Sumatera,” ujarnya.

Dari gerakan solidaritas tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp75 miliar yang berasal dari gaji pegawai dan sedekah keluarga besar Kementerian Pertanian, termasuk dukungan dari Komisi IV DPR. Selain bantuan dari internal Kementan, Mentan Amran juga menyalurkan bantuan pangan skala besar sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Bapak Presiden memerintahkan, kirim bantuan dan jangan menunggu surat. Itu sudah menjadi tanggung jawab kami,” katanya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |