loading...
Meski diwarnai penembakan misterius, pemilu tetap digelar di wilayah Muslim Filipina. Foto/Wikipedia
MANILA - Para pemilih di wilayah otonom Muslim Filipina mulai memberikan suara untuk pemilihan parlemen pertama mereka pada Senin, beberapa jam setelah insiden kekerasan bersenjata yang menewaskan sedikitnya tiga orang di luar tempat pemungutan suara (TPS).
Pemungutan suara ini merupakan puncak dari proses perdamaian yang berjalan pasang-surut sejak akhir tahun 1990-an dan menghasilkan pembentukan Wilayah Otonom Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM) di wilayah paling selatan negara tersebut.
Lebih dari dua juta pemilih berhak memberikan suara untuk memperebutkan 80 kursi parlemen yang diperebutkan oleh 13 partai politik.
Di Marawi, kota yang sejak lama dikenal dengan konflik berdarah antara pasukan pemerintah dan kelompok jihadis, jurnalis AFP melihat antrean panjang pemilih yang mengantre dengan tertib di luar TPS, sementara tank dan personel keamanan berjaga-jaga.
"Kami sangat antusias, kami datang ke sini pagi-pagi sekali," ujar Mohammad Actar Macabada, 18 tahun, yang baru saja memberikan suaranya, dilansir CNA.


















































