Fimela.com, Bontang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-19 tingkat Kecamatan Bontang Utara mengusung tema "Menghidupkan Nilai-Nilai Qur’ani dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara"
Mewakili Wali Kota Bontang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Bontang, Dasuki, menegaskan bahwa MTQH bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan festival keimanan untuk memuliakan dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan masyarakat.
“MTQH bukan sekadar lomba. Ini adalah wahana untuk menanamkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tema tahun ini "Menghidupkan Nilai-Nilai Qur’ani dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara" sangat relevan dengan tantangan zaman yang kita hadapi,” ujar Dasuki saat pembukaan MTQH pada Kamis (9/10/2025).
Dasuki menjelaskan bahwa pembangunan kota yang maju dan sejahtera tidak hanya diukur dari infrastruktur yang megah, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya (SDM).
“SDM yang berdaya saing sejati bukan hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga kokoh iman dan takwanya. Melalui MTQH inilah kita mencetak generasi Qur’ani yang jujur, amanah, dan pekerja keras, generasi yang menjadi modal besar bagi Bontang sebagai mitra terhormat Ibu Kota Nusantara,” jelasnya.
Pemerintah Kota Bontang di bawah kepemimpinan Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris memiliki komitmen besar dalam mendukung pembangunan spiritual masyarakat. Salah satunya melalui peningkatan insentif bagi penggiat agama dan guru ngaji yang dialokasikan dalam APBD Perubahan 2025.
“Kepedulian Pemkot terhadap syiar keagamaan bahkan mendapat pengakuan di tingkat nasional. Bontang meraih BKPRMI Award 2025 sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian terhadap pemuda masjid dan guru ngaji,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada pembinaan keagamaan, Pemkot Bontang juga berupaya menyeimbangkan pembangunan spiritual dengan kesejahteraan sosial. Dasuki menyampaikan bahwa program Zero Kemiskinan Ekstrem berhasil mencapai target pada pertengahan tahun 2025, sebagai wujud implementasi ajaran Al-Qur’an tentang kepedulian terhadap kaum lemah.
“Pembangunan spiritual dan material harus berjalan beriringan. Keduanya merupakan fondasi bagi masyarakat yang sejahtera lahir dan batin,” tegasnya.
Dasuki mengapresiasi seluruh panitia, 50 dewan hakim, dan ofisial yang telah bekerja keras menyiapkan perhelatan tersebut dengan baik. Menurutnya, menyemarakkan syiar Al-Qur’an merupakan bagian penting dari visi pembangunan Kota Bontang, yakni Terwujudnya Kota Bontang sebagai Kota Industri dan Jasa yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan sebagai Daerah Mitra IKN.
Menutup sambutannya, Dasuki berpesan kepada seluruh peserta agar berkompetisi dengan semangat sportivitas dan menjadikan MTQH sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
“Juara sejati bukanlah mereka yang membawa pulang piala, tetapi mereka yang setelah musabaqah ini hatinya semakin terpaut dengan Al-Qur’an,” pungkasnya.
(*)















































