Pakar ITB: Longsor Cisarua Bandung Barat Akibat Faktor Alamiah dan Manusia yang Kompleks

5 hours ago 8

loading...

Musibah longsor yang melanda Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu, 24 Januari 2026 tidak dapat hanya dipahami sebagai dampak alih fungsi lahan. Foto: Ist

JAKARTA - Musibah longsor yang melanda Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu, 24 Januari 2026 tidak dapat hanya dipahami sebagai dampak alih fungsi lahan.

Pakar geologi longsoran Institut Teknologi Bandung (ITB) Imam Achmad Sadisun mengatakan, kejadian tersebut merupakan hasil dari interaksi faktor alamiah yang kompleks dengan berbagai faktor manusia. Kemudian, menghasilkan mekanisme aliran lumpur (mudflow) yang dipicu longsoran di bagian hulu sistem alirannya.

Baca juga: 2 Anggota Polda Jawa Barat Gugur saat Tugas Penanganan Longsor Cisarua

Wilayah KBB termasuk dalam lingkungan geologi yang berada pada produk-produk vulkanik tua yang secara alamiah memiliki lapisan pelapukan relatif tebal. Batas antara tanah hasil pelapukan dan batuan dasar yang relatif lebih kedap air kerap menjadi bidang gelincirnya.

Kondisi ini makin diperlemah oleh hujan dalam durasi panjang yang menyebabkan air meresap dan mengisi pori-pori tanah hingga jenuh. “Ketika pori-pori tanah sudah jenuh oleh air, kekuatan geser material pembentuk lereng akan menurun drastis. Pada kondisi inilah lereng sering tidak lagi mampu menahan beratnya sendiri,” ujar Imam dikutip dari laman resmi ITB, Senin (26/1/2026).

Menurut dia, pemicu longsor tidak hanya ditentukan durasi hujan melainkan juga oleh intensitasnya. Dalam ilmu kebumian dikenal hubungan antara durasi dan intensitas hujan. Hujan dengan intensitas sedang namun berlangsung lama dapat sama berbahayanya dengan hujan sangat lebat dalam durasi yang singkat.

Salah satu temuan penting dalam kejadian ini adalah indikasi longsoran di hulu salah satu sungai pada sistem lereng selatan Gunung Burangrang yang menutup alur sungai tersebut hingga membentuk sumbatan atau bendungan alam (landslide dam).

Read Entire Article
Prestasi | | | |