loading...
Palestina minta tolong dunia untuk lawan kebijakan Israel mencaplok Tepi Barat. Foto/X
GAZA - Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh mengatakan keputusan Israel yang menargetkan Tepi Barat yang diduduki sama dengan "pembatalan semua perjanjian yang telah ditandatangani dan mengikat" dan berisiko meningkatkan ketegangan di seluruh wilayah.
“Berita yang beredar tentang keputusan Israel yang akan segera memperdalam aneksasi dan memaksakan realitas baru di Tepi Barat, termasuk di Area A, merupakan pembatalan semua perjanjian yang telah ditandatangani dan mengikat antara para pihak dan merupakan eskalasi yang berbahaya serta pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional,” kata al-Sheikh pada Minggu malam di media sosial AS, X, dilansir Anadolu.
“Langkah-langkah sepihak ini bertujuan untuk merusak setiap cakrawala politik, membongkar solusi dua negara, dan menyeret kawasan ini ke dalam ketegangan dan ketidakstabilan yang lebih lanjut,” tambahnya.
Al-Sheikh menyerukan kepada pemerintahan AS dan komunitas internasional untuk segera campur tangan guna menghentikan “agresi yang didorong oleh pendudukan.”
Sebelumnya pada hari Minggu, Kabinet Keamanan Israel menyetujui langkah-langkah yang mengubah kerangka hukum dan sipil di Tepi Barat yang diduduki untuk memperkuat kendali Israel.


















































