loading...
Robot humanoid G1 besutan Unitree Robotics saat mendemonstrasikan gerakan kung fu yang viral, lompatan teknologi yang kini berupaya menembus batas laboratorium menuju produksi massal di pasar global. Foto: Unitree
CHINA - Unitree Robotics menargetkan pengiriman 20.000 unit robot humanoid pada tahun 2026. Ini jadi lompatan produksi masif yang berambisi menguasai pasar global sebelum kompetitor Barat seperti Tesla siap masuk ke gelanggang.
Lampu sorot panggung Gala Festival Musim Semi CCTV mungkin telah padam. Tapi, gema dari gerakan bela diri robot dan salto tiga meter robot-robot Unitree masih menyisakan perdebatan panjang.
Di Hangzhou, markas Unitree tidak lagi sekadar merayakan viralnya video robot menari; mereka sedang menghitung angka-angka produksi yang ambisius.
CEO Unitree, Wang Xingxing, memproyeksikan pengiriman global robot humanoid akan mencapai angka puluhan ribu tahun ini.
Unitree sendiri mematok target 10.000 hingga 20.000 unit pada 2026.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan pernyataan perang ekonomi. Jika menilik data 2025, total pengiriman humanoid global berada di angka 13.000 unit.
Menariknya, firma-firma Tiongkok seperti Unitree dan Agibot sudah menguasai hampir 80% dari volume tersebut.


















































