loading...
Aksi sapu bersih ikan sapu-sapu di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Foto/Jonathan Simanjuntak.
JAKARTA - Penangkapan ikan sapu-sapu di Jakarta menurut pakar IPB University belum cukup efektif jika dilakukan secara tunggal. Pengendaliannya perlu dilakukan dengan penggabungan beberapa metode.
Pakar ikan dan konservasi ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Dr Charles PH Simanjuntak, menegaskan bahwa pengendalian populasi ikan sapu-sapu harus dilakukan secara terpadu.
Baca juga: Dulu Dipelihara Kini Diburu, Ikan Sapu-sapu Jadi Musuh Baru Sungai Indonesia
"Cara yang paling efektif adalah menggabungkan beberapa metode secara terpadu. Mulai dari pencegahan, penangkapan, hingga kontrol biologis,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (22/4/2026)
Di habitat asalnya di Sungai Amazon, Amerika Selatan, predator alami ikan sapu-sapu adalah ikan Common Snook (Centropomus undecimalis), ikan Tarpon (Megalops atlanticus), buaya Spectacled Caiman (Caiman crocodilus), dan burung Neotropic Cormorant (Phalacrocorax brasilianus).


















































