loading...
Puyuh Gonggong Biasa (Arborophilia orientalis). Foto/Sam Kawah Ijen.
JAKARTA - Wilayah Jember dan sekitarnya ternyata memiliki Sumber Daya Alam (SDA) berupa fauna yang unik dan tiada duanya, karena hanya ada di bumi Pandalungan. Fauna tersebut adalah Puyuh Gonggong Biasa (Arborophilia orientalis) yang hanya hidup di dataran tinggi Hyang Argopuro, Pegunungan Ijen, dan Taman Nasional Meru Betiri.
Sayangnya, informasi dan pengetahuan mengenai puyuh gonggong biasa belum banyak tersebar. Maka tidak heran jika masyarakat kita masih asing dengan burung yang satu ini. Bahkan keberadaan puyuh gonggong biasa kini rentan terhadap kepunahan (vulnerable).
Baca juga: Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Keunikan puyuh gonggong biasa ini, menarik peneliti Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember (UNEJ) , Arif Mohammad Siddiq.
Sudah tiga tahun ini dirinya rela naik turun di wilayah Pegunungan Ijen dan Taman Nasional Meru Betiri melakukan pengamatan puyuh gonggong biasa. Menurut dosen muda ini, banyak keunikan puyuh gonggong biasa yang berpotensi menjadikannya sebagai fauna khas bumi Pandalungan.

















































