Peluncuran Buku Putih 2026, MKI Ingatkan Risiko Krisis Listrik di Tengah Transisi Energi

7 hours ago 12

loading...

Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) resmi meluncurkan Buku Putih 2026 sebagai rekomendasi kebijakan komprehensif untuk mendukung transisi energi nasional menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Foto: Ist

JAKARTA - Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) resmi meluncurkan Buku Putih 2026 sebagai rekomendasi kebijakan komprehensif untuk mendukung transisi energi nasional menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Dokumen ini sekaligus menjadi rujukan strategis dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan di tengah ambisi penambahan pembangkit berbasis energi bersih.

Peluncuran dilakukan di Jakarta, Sabtu (14/2/2026) bertepatan dengan Musyawarah Nasional MKI. Penyusunan Buku Putih disebut selaras dengan visi Asta Cita pemerintah, khususnya rencana penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 100 gigawatt dengan 75 persen di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).

Baca juga: Optimisme di Tengah Tantangan Transisi Energi

Koordinator Dewan Pakar MKI Bambang Praptono mengatakan, transisi energi tidak boleh mengabaikan keseimbangan pasokan dan permintaan listrik nasional. Dia mengingatkan potensi krisis listrik jangka pendek jika pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tidak berjalan sesuai target.

“Buku Putih MKI menganalisis adanya potensi bottleneck pada infrastruktur jaringan serta tantangan pasokan energi primer seperti gas dan batu bara. Karena itu eksekusi proyek harus on schedule, on budget, dan on quality dengan dukungan task force yang kuat,” ujarnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |