Penelitian Temukan Fakta Penerbangan ke Luar Angkasa Mengubah Posisi Otak

2 weeks ago 27

loading...

Otak manusia. FOTO/ SCIENCE ALERT

NEW YORK - Perjalanan ke luar angkasasangat berat bagi tubuh manusia, dan seperti yangditemukandalam studi baru menemukan fakta bahwa otak bergeser ke atas dan ke belakang.

Besarnya perubahan ini lebih terasa bagi mereka yang menghabiskan waktu lebih lama di luar angkasa.

Seiring dengan rencana NASA untuk misi luar angkasa yang lebih panjang dan perluasan perjalanan luar angkasa di luar kalangan astronot profesional, temuan ini akan menjadi semakin relevan.

Di Bumi, gravitasi terus-menerus menarik cairan dalam tubuh dan otak Anda ke arah pusat Bumi. Di luar angkasa, gaya itu menghilang. Cairan tubuh bergeser ke arah kepala, yang membuatwajah astronot tampak bengkak.

Di bawah gravitasi normal, otak, cairan serebrospinal, dan jaringan di sekitarnya mencapai keseimbangan yang stabil. Dalam kondisi mikrogravitasi, keseimbangan itu berubah.

Tanpa gaya gravitasi yang menarik ke bawah, otak mengapung di dalam tengkorak dan mengalami berbagai gaya dari jaringan lunak di sekitarnya dan tengkorak itu sendiri. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa otak tampak lebih tinggi di dalam tengkorak setelah penerbangan luar angkasa.

Namunsebagian besar penelitian tersebutberfokus pada pengukuran rata-rata atau seluruh otak, yang dapat menyembunyikan efek penting di berbagai area otak.

Kami menganalisishasil pemindaian MRI otakdari 26 astronot yang menghabiskan waktu berbeda di luar angkasa, mulai dari beberapa minggu hingga lebih dari satu tahun.

Read Entire Article
Prestasi | | | |