loading...
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengungkap dampak diplomatik dan geopolitik dari perekrutan delapan WNI jadi tentara bayaran Rusia. Foto/SindoNews
JAKARTA - Perekrutan Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi tentara bayaran Rusia menuai perhatian publik. Sebab hal itu bisa berdampak pada politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, perekrutan WNI menjadi tentara asing melalui negara ketiga dapat terjadi karena adanya manipulasi informasi pekerjaan di luar negeri yang memanfaatkan celah pengawasan perbatasan secara legal.
“Kasus dugaan perekrutan delapan WNI menjadi tentara Rusia pada September 2026 menyoroti bagaimana sindikat internasional dapat mengeksploitasi sistem migrasi,” ujar Nuning panggilan akrabnya, Selasa (8/9/2026).
Mantan anggota Komisi I DPR ini mengungkap beberapa implikasi diplomatik dan geopolitik bagi Indonesia. Di antaranya, mengancam prinsip politik luar negeri bebas aktif. Menurut Nuning, Indonesia dikenal memegang teguh prinsip non-blok dan mendorong penyelesaian damai.


















































