Penguatan Profesi PPGA Butuh Kolaborasi Pemangku Kepentingan dan Perguruan Tinggi

2 hours ago 5

loading...

IPPGA Group menyebut penguatan profesi PPGA membutuhkan kolaborasi pemangku kepentingan terutama perguruan tinggi. Foto/SindoNews

JAKARTA - Indonesia Public Policy & Government Affairs (IPPGA) Group menyebut penguatan profesi PPGA membutuhkan kolaborasi pemangku kepentingan terutama perguruan tinggi.

Hal itu disampaikan Praktisi Public Policy & Government Affairs Arief Budiman saat peluncuran The Indonesia PPGA Playbook: Navigating Power, Policy, and Politics in Southeast Asia’s Most Complex Democracy, sebuah kerangka kerja yang dirancang sebagai fondasi awal pengembangan profesi Public Policy & Government Affairs (PPGA) di Indonesia.

Terdiri atas sembilan bab dan dilengkapi operational appendix, Playbook ini memetakan pengetahuan, keterampilan, dan kerangka kerja yang dibutuhkan praktisi PPGA dalam membaca dinamika kebijakan, politik, kekuasaan, serta kepentingan bisnis di Indonesia.

Baca juga: Keterlibatan Perguruan Tinggi Harus Percepat Transisi Industri Hijau Berkelanjutan

Peluncuran ini berangkat dari kebutuhan akan sebuah peta kerja bagi profesi yang berkembang pesat, tetapi belum memiliki rujukan pengetahuan dan praktik yang terstruktur. IPPGA Group menempatkan Playbook ini sebagai salah satu batu pertama menuju terbentuknya knowledge & skill center bagi profesi PPGA di Indonesia.

Read Entire Article
Prestasi | | | |