Taruna Ikrar Tekankan Neurosains untuk Cetak Pemimpin Polri yang Humanis dan Adaptif

3 hours ago 5

loading...

Kepala BPOM Prof Taruna Ikrar memberikan materi mengenai neuroleadership atau kepemimpinan berbasis neurosains kepada peserta Sespimti Dikreg ke-36 Tahun 2026 di Lembang, Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026). Foto/Ist

JAKARTA - Kepala BPOM Prof Taruna Ikrar menekankan pentingnya kemampuan memahami manusia dan mengendalikan diri bagi pemimpin masa depan Polri. Pesan tersebut disampaikan Taruna Ikrar saat memberikan materi mengenai neuroleadership atau kepemimpinan berbasis neurosains kepada peserta Sespimti Dikreg ke-36 Tahun 2026 di Lembang, Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026).

Menurut Taruna, kepemimpinan di lingkungan Polri tidak cukup hanya mengandalkan kewenangan, pangkat, maupun kemampuan memberikan instruksi. Seorang pemimpin dituntut memiliki kemampuan mengelola diri, mengendalikan emosi, memahami karakter manusia, serta mengambil keputusan secara tepat dalam situasi penuh tekanan.

Baca juga: BPOM Ingatkan Bahaya Terapi Stem Cell yang Tak Sesuai Standar

“Seorang pemimpin masa depan tidak boleh cuma mengandalkan kewenangan atau pangkat. Anda harus mampu menguasai diri sendiri, mengelola tekanan, dan memahami manusia secara mendalam,” ujar Taruna.

Ia menjelaskan, pemahaman terhadap cara kerja otak manusia dapat menjadi salah satu fondasi dalam membangun kepemimpinan yang lebih adaptif. Pendekatan neurosains, kata dia, membantu pemimpin memahami bagaimana seseorang berpikir, merespons tekanan, mengendalikan emosi, serta mengambil keputusan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |