loading...
Menunju panggung live, persaingan makin sengit. Foto/RCTI
JAKARTA - Perjalanan para calon bintang Indonesian Idol Season XIV semakin mengerucut dan persaingan terasa semakin memanas. Eliminasi 2 menjadi babak krusial yang mempertemukan 50 besar peserta terbaik, hasil penyaringan ketat dari episode sebelumnya, Eliminasi 1. Peserta yang lolos di babak Eliminasi 2, akan lanjut ke babak Eliminasi 3 dimana ini merupakan babak terakhir sebelum masuk Live Showcase. Di titik ini, setiap penampilan bukan lagi sekadar unjuk kemampuan, melainkan pertaruhan besar untuk bisa terus melangkah. Tekanan pun semakin terasa, karena kesalahan sekecil apa pun bisa berdampak besar pada hasil akhir.
Pada babak Eliminasi 2, para peserta dibagi ke dalam beberapa batch. Setiap batch menyanyikan judul lagu yang sama, namun dibawakan dengan aransemen berbeda serta karakter suara masing-masing. Format ini membuat perbedaan kualitas vokal, interpretasi, dan keunikan setiap peserta terlihat semakin jelas di hadapan para juri. Sedangkan di babak Eliminasi 3, peserta akan membawakan lagu andalan mereka di hadapan para juri. Babak ini menjadi kesempatan terakhir bagi mereka untuk membuktikan apakah mereka layak melaju ke panggung Live Showcase.
Sejumlah kontestan berhasil mencuri perhatian dengan penampilan yang solid dan meyakinkan. Joshua dan Nikita menjadi dua nama yang menonjol, bahkan disebut-sebut sebagai saingan terberat bagi seluruh kontestan lainnya. Keduanya tampil dengan kontrol vokal yang matang dan karakter suara yang kuat.
Namun, karena persaingan yang begitu menegangkan, tak sedikit juga peserta yang melakukan kesalahan di babak ini baik karena gugup, lupa lirik lagu, kurang stabil secara teknis, bahkan gagal menguasai aransemen lagu. Hal ini membuktikan bahwa Eliminasi 2 dan 3 adalah ujian sesungguhnya, baik secara vokal maupun mental. Hingga yang awalnya dianggap “jagoan” oleh banyak peserta dan juri, malah harus gugur di babak yang terbilang masih awal ini.
Menariknya, ada beberapa batch di Eliminasi 2 yang dijuluki sebagai “batch neraka”. Seluruh peserta dalam batch ini dinilai memiliki kualitas suara dan teknik vokal di atas rata-rata, yang membuat para juri serta peserta lain terpukau. Penampilan demi penampilan sukses memancing decak kagum, bahkan berujung standing ovation dari para juri.












































