Pertikaian Memanas, PM Israel Netanyahu Sebut Republik Islam Inggris

6 hours ago 16

loading...

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu

TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Inggris sebagai "Republik Islam Inggris" (Islamic Republic of Britain). Ini merupakan sindiran keras terhadap salah satu sekutu Eropa yang secara historis paling dekat dengan Israel.

Netanyahu melontarkan komentar tersebut dalam podcast Israel Melech Blitzer Haim yang tayang pada hari Kamis (13/8/2026), saat ia menyatakan keberatannya terhadap pemberitaan media Inggris mengenai Israel.

Sebagai contoh, Netanyahu merujuk pada penulis Inggris Randolph Churchill, yang ia puji karena pemberitaannya yang "positif" mengenai Israel selama Perang Enam Hari tahun 1967.

Netanyahu kemudian menambahkan dengan nada sarkastis, "Cobalah cari hal seperti itu di Inggris saat ini—yang bisa Anda sebut sebagai Republik Islam Inggris," menurut terjemahan komentar yang dipublikasikan media Israel.

Di bagian lain wawancara tersebut, Netanyahu tampaknya merujuk pada komentar JD Vance tahun 2022 yang menyatakan Inggris mungkin akan menjadi "negara Islamis" pertama yang memiliki senjata nuklir.

"Ada yang bilang republik Islam pertama yang memiliki senjata nuklir adalah Republik Islam Inggris," ujar Netanyahu.

"Kami memastikan tidak akan ada lagi negara seperti itu di sini, di Iran," tambahnya.

Netanyahu Tidak Mewakili Suara Yahudi Inggris

Read Entire Article
Prestasi | | | |