Pidato di Forum EEF ke-11, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Meja Makan Keluarga Biasa

6 hours ago 7

loading...

Saat berpidato di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, Presiden Prabowo mengatakan, pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga-keluarga biasa. Foto/Dok

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyebutkan, tema Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia yakni 'Timur Jauh: Pembangunan untuk Kesejahteraan Rakyat,' sejalan dengan mandat yang diterimanya dari rakyat Indonesia. Dia mengatakan pembangunan tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir orang. Menurutnya, pembangunan harus memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Pembangunan tidak boleh hanya memberikan manfaat kepada segelintir orang. Pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga-keluarga biasa,” kata Prabowo.

Ia kemudian memaparkan sejumlah kebijakan pemerintah Indonesia, termasuk program makanan bergizi gratis, swasembada pangan, ketahanan energi, serta percepatan hilirisasi industri.

Baca Juga: Momen Prabowo dan Putin Bertemu di Vladivostok, Perkuat Hubungan Indonesia-Rusia

“Inilah alasan Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi seluruh anak-anak kami dan ibu mereka yang sedang hamil. Inilah alasan kami mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi. Inilah alasan kami mempercepat hilirisasi industri, sehingga sumber daya alam kami dapat menciptakan industri, keterampilan, dan lapangan kerja yang baik di dalam negeri,” paparnya.

Saat menyampaikan pidato sebagai tamu kehormatan utama EEF ke-11, Prabowo juga menekankan bahwa Vladivostok sebagai gerbang Pasifik. Menurutnya posisi Vladivostok memiliki arti penting bagi Indonesia dan Rusia yang sama-sama berada di kawasan Pasifik. Bagi Prabowo, luasnya Samudra Pasifik bukan menjadi pemisah kedua negara, melainkan penghubung.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyampaikan pidato di forum ini. Sebelumnya, ketika berbicara di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF), saya menyebut SPIEF sebagai jantung yang berdenyut dari perekonomian dunia yang sedang berkembang menuju tatanan multipolar. Di sini, di Vladivostok, kita berdiri di gerbang Pasifik,” kata Prabowo.

Baca Juga: Prabowo dan Putin Bakal Bertemu di Vladivostok Rusia pada 3 September 2026

Prabowo menuturkan, kunjungannya ke Rusia kali ini merupakan kunjungan keduanya sepanjang 2026. Ia juga menyebut telah lima kali bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sejak menjadi Presiden Indonesia.

Read Entire Article
Prestasi | | | |