Prabowo Hadiri May Day di Monas, Bakal Mendengar 11 Tuntutan Buruh

5 hours ago 6

loading...

Presiden Prabowo Subianto dipastikan menghadiri peringatan May Day atau Hari Buruh yang digelar di Kawasan Silang Monumen Nasional (Monas). Foto/SindoNews

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dipastikan menghadiri peringatan May Day atau Hari Buruh yang digelar di Kawasan Silang Monumen Nasional (Monas), pada Jumat (1/5/2026) pagi.

Prabowo pada kesempatan akan mendengarkan sebanyak 11 tuntutan buruh diantaranya pengesahan RUU Ketenagakerjaan; HOSTUM (Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah); ancaman PHK akibat perang; reformasi pajak termasuk kenaikan PTKP dan penghapusan pajak THR, JHT, dan pensiun.

Kemudian, pengesahan RUU Perampasan Aset; penyelamatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri nikel; moratorium industri semen akibat over supply; ratifikasi Konvensi ILO 90; perjuangan tarif ojol 10%; revisi UU Nomor 2 Tahun 2024; serta pengangkatan guru dan tenaga honorer PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah berdialog dengan jajaran Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh selama 1,5 jam.

Baca juga: Isi Taklimat 3 Jam Presiden Prabowo ke Komandan Satuan TNI

Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal berpandangan bahwa perayaan May Day tidak boleh sekadar seremonial. Di seluruh dunia, termasuk Indonesia, May Day adalah momentum untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan buruh secara langsung kepada pemangku kebijakan.

Selain itu, dari 11 isu yang dibawa KSPI, terdapat sejumlah isu krusial yang telah dijawab dan ditegaskan oleh Presiden Prabowo sebagai tindak lanjut atas harapan buruh.

“May Day bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum menyampaikan harapan dan tuntutan buruh. Dan dari 11 isu yang kami sampaikan, ada beberapa yang langsung mendapat respons dan penegasan dari Presiden,” tegasnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |