loading...
Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyatakan elemen buruh secara tegas menolak usulan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) lewat DPRD. Foto: Felldy Utama
JAKARTA - Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyatakan elemen buruh secara tegas menolak usulan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) lewat DPRD. Buruh meyakini perubahan mekanisme pemilihan itu justru tak membuat biaya politik lebih murah sebagaimana yang disebutkan para pengusul.
Menurut dia, pilkada melalui DPRD justru membuat lebih mahal biaya politik. Pasalnya, para calon kepala daerah harus membeli suara anggota DPRD.
Baca juga: Pilkada melalui DPRD Merampas Kedaulatan Rakyat
"Menurut keyakinan buruh, setiap anggota DPRD bisa dibeli," ujar Said di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Kondisi ini akan menjadi pintu masuk bagi bandar politik yang memiliki kepentingan di daerah tersebut untuk ikut ambil bagian membantu calon kepala daerah yang didukungnya dari belakang layar.















































