loading...
Unjuk rasa meningkat di Iran. Foto/ndtv
TEHERAN - Protes yang lebih berani tercatat di seluruh Iran di tengah peningkatan pengerahan petugas keamanan bersenjata. Situasi itu memburuk seiring kegagalan upaya pemerintah mengatasi situasi ekonomi yang berbahaya.
Rekaman yang beredar daring menunjukkan protes besar-besaran pada Selasa malam (6/1/2026) di kota Abdanan, di provinsi Ilam tengah, tempat beberapa demonstrasi besar telah terjadi selama seminggu terakhir.
Ribuan orang, mulai dari anak-anak yang ditemani orang tua hingga para lansia, difilmkan berjalan dan berteriak di jalan-jalan kota kecil itu sementara helikopter terbang di atas kepala.
Para pengunjuk rasa tampaknya jauh lebih banyak daripada personel keamanan yang dikerahkan untuk menahan mereka.
Di kota Ilam, ibu kota provinsi, video menunjukkan pasukan keamanan menyerbu Rumah Sakit Imam Khomeini untuk mencari dan menangkap para pengunjuk rasa, sesuatu yang menurut kelompok hak asasi manusia Amnesty International melanggar hukum internasional dan sekali lagi menunjukkan "sejauh mana otoritas Iran bersedia menumpas perbedaan pendapat".
Rumah sakit tersebut menjadi sasaran setelah protes di wilayah Malekshahi awal pekan ini, di mana beberapa demonstran ditembak mati saat berkumpul di pintu masuk pangkalan militer. Beberapa demonstran yang terluka dibawa ke rumah sakit itu.
Beberapa video mengerikan dari lokasi penembakan yang beredar online menunjukkan orang-orang disemprot dengan peluru tajam dan jatuh ke tanah saat mereka melarikan diri dari gerbang. Gubernur setempat mengatakan penembakan tersebut sedang diselidiki.













































