Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Sawit Manipulasi 50% Ekspor

22 hours ago 12

loading...

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam rangkaian konferensi pers APBN KiTA, di Jakarta, Kamis (8/1/2026). FOTO/Anggie Ariesta

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan temuan terkait praktik kecurangan sistemik di sektor ekspor-impor yang berpotensi menyebabkan kebocoran besar penerimaan negara. Temuan tersebut disampaikan dalam taklimat awal tahun bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang dan menyoroti lemahnya pengawasan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta perpajakan.

Purbaya menjelaskan, salah satu praktik yang menjadi perhatian utama adalah manipulasi nilai ekspor atau under-invoicing yang dilakukan secara masif oleh perusahaan-perusahaan besar di sektor kelapa sawit. Praktik ini dinilai merugikan negara karena nilai ekspor yang dilaporkan jauh di bawah harga transaksi sebenarnya.

"Kita deteksi ada beberapa perusahaan sawit melakukan under-invoicing export separuh dari nilai ekspornya. Saya kan baru dapat 10 perusahaan besar, itu dapat sekitar 50 persen kira-kira kalau dipukul rata yang total ekspor mereka yang diakui nggak separuhnya," ungkap Purbaya usai konferensi pers APBN KiTA, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Purbaya: Saya Buat Defisit 0% Bisa, tapi Ekonomi Morat-marit

Selain sektor sawit, Menteri Keuangan juga menyoroti maraknya industri liar di sektor baja dan bahan bangunan yang dikelola oleh pihak asing. Perusahaan-perusahaan tersebut disebut beroperasi tanpa kepatuhan terhadap ketentuan perpajakan, menggunakan tenaga kerja asing, serta melakukan transaksi berbasis tunai untuk menghindari kewajiban Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Read Entire Article
Prestasi | | | |