loading...
Paguyuban Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji Tangerang mengirim surat permohonan audiensi ke Ketua Komisi IV DPR untuk menyampaikan aspirasi dan meminta perlindungan. FOTO/IST
TANGERANG - Paguyuban Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji Tangerang mengirim surat permohonan audiensi ke Ketua Komisi IV DPR untuk menyampaikan aspirasi dan meminta perlindungan. Mereka terancam kehilangan mata pencaharian, karena pabrik yang selama ini menyerap gabah petani tak lagi beroperasi setelah kekurangan pasokan.
"Kami ingin menyampaikan aspirasi, memohon perhatian, perlindungan, juga solusi atas masalah yang kami hadapi," kata Ketua Paguyuban Penggilingan Padi Pakuhaji Yulianto dalam keterangan, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, para pekerja penggilingan padi Pakuhaji kian tergerus oleh proyek pengembangan kawasan PIK 2. Mereka terancam kehilangan mata pencaharian, karena pabrik yang selama ini menyerap gabah petani tak lagi beroperasi setelah kekurangan pasokan.
Seperti menimpa para pekerja PT MKU. Sejak 2024, sekitar 500 orang terpaksa dirumahkan dari sentra penggilingan modern yang berdiri sejak 2007 itu.
"Karena kesulitan pasokan (gabah). Bisa kita lihat itu lahan pertanian diurug, saluran irigasi ditutup, ya otomatis sawah-sawah rusak nggak layak digarap," kata Yulianto.
Selama ini hubungan sentra penggilingan padi tempatnya bekerja dengan petani sekitar saling menguntungkan. Perusahaan, tuturnya, sedari dulu memberikan pembinaan dan pendampingan tentang penerapan sistem pertanian kepada petani.
Pendampingan itu, lanjut dia, mulai dari pengelolaan lahan hingga metode dan praktik pertanian secara baik dan berkelanjutan. "Tapi dengan kondisi sekarang ini semua kena dampaknya, ya para petani termasuk kami para pekerja jadi korban," katanya.


















































