loading...
Grand opening Paviliun Raden Saleh ditandai pameran arsip bersejarah bertajuk Raden Saleh dan Cikini dibuka sejak 21 April 2026. Foto: Paviliun Raden Saleh
JAKARTA - Di jantung Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, pengalaman menginap kini terasa berbeda. Sementara itu, di Medan, pilihan akomodasi modern hadir menjawab kebutuhan gaya hidup, wisata dan bisnis. Paviliun Raden Saleh Artotel Curated di TIM Jakarta dan Elais by Artotel Medan resmi beroperasi sebagai bagian ekspansi Artotel Group.
Grand opening Paviliun Raden Saleh ditandai pameran arsip bersejarah. Pameran bertajuk “Raden Saleh dan Cikini” dibuka sejak 21 April 2026. Kolaborasi melibatkan PT Jakarta Propertindo Perseroda dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Inisiatif ini menghadirkan ruang temu seni dan hospitality dalam satu ekosistem.
Pameran menampilkan arsip, dokumentasi visual, serta narasi sejarah kawasan. Wilayah ini dahulu merupakan kediaman Raden Saleh Syarif Bustaman. Kini, TIM berkembang sebagai pusat seni Jakarta.
“Ini platform dialog seni dan masyarakat,” ujar COO Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego. Menurut dia, hotel tidak sekadar tempat menginap biasa. Namun, ruang ini menjadi titik temu ide kreatif lintas komunitas. Program budaya akan terus dihadirkan secara berkelanjutan.
Paviliun Raden Saleh memiliki 139 kamar dengan enam tipe berbeda. Di salah satu tipe kamar yakni family bunk bed, ranjang susun kayu tampak rapi dengan garis tegas. Lampu hangat menempel di sisi dinding, memberi kesan intim. Area kerja minimalis menghadap televisi layar datar dan mesin kopi. Lantai abu terang mempertegas nuansa modern yang bersih. Setiap sudut terasa fungsional sekaligus artistik.


















































