Ribuan Pekerja China Demo Perusahaan asal Negaranya Sendiri di Rusia

4 hours ago 7

loading...

Ribuan pekerja China mendemo perusahaan asal negaranya sendiri di Rusia karena gaji tak dibayar dan ditelantarkan. Foto/The Moscow Times

JAKARTA - Pada 9 Agustus 2026, lebih dari 1.000 pekerja konstruksi asal China melakukan tindakan yang hampir tak terbayangkan sebagai warga dari negara otoriter: mereka mengepung kendaraan polisi bersenjata Rusia dan memaksa petugas untuk membebaskan rekan mereka yang ditahan.

Pemicunya tampak sepele namun sangat menghancurkan. Seorang pekerja di Kompleks Kimia Gas Baltik di Wilayah Leningrad, Rusia, tidak dibayar selama berbulan-bulan. Dalam kondisi frustrasi dan mabuk, dia berdebat dengan manajernya, hingga akhirnya perusahaannya sendiri memanggil polisi untuk menyeretnya pergi.

Baca Juga: Agresivitas atau Insekuritas: Mengapa China Terus Memprovokasi di Laut China Selatan?

Apa yang terjadi selanjutnya bercerita banyak hal, tapi bukan tentang Rusia, melainkan tentang China. Ribuan buruh migran, yang berada ribuan mil dari rumah, memilih untuk bergandengan tangan melawan entitas yang seharusnya melindungi mereka. Pasalnya, perusahaan yang menelantarkan mereka bukanlah musuh asing, melainkan anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China.


Pola Berulang Eksploitasi BUMN China

Insiden Agustus ini bukanlah letupan tunggal. Ini adalah catatan terbaru dari pola yang berulang dengan suram di Timur Jauh Rusia dan pantai Baltik sepanjang tahun 2025 dan 2026.

Pada April 2026, ratusan pekerja Petro-Hehua, anak perusahaan Haihua Industry Group yang berbasis di Beijing, berbaris melintasi Komsomolsk-on-Amur membawa poster berbahasa Rusia bertuliskan "Tidak ada uang" dan "Putin, tolong kami".

Mengutip dari Daily Mirror, Selasa (15/9/2026), aksi ini pecah setelah Rosneft memutuskan kontrak perusahaannya, meninggalkan sekitar 1.500 pekerja tanpa bayaran. Pihak manajemen China dilaporkan melarikan diri dari Rusia, meninggalkan para pekerjanya tanpa jalan keluar secara hukum. Insiden serupa kembali pecah di kota yang sama pada bulan Juli.

Read Entire Article
Prestasi | | | |