loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Kamis (12/2/2026) dengan penurunan 42 poin atau sekitar 0,25% ke level Rp16.828 per dolar AS. Foto/Dok
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Kamis (12/2/2026) dengan penurunan 42 poin atau sekitar 0,25% ke level Rp16.828 per dolar AS. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan kurs rupiah didorong sentimen eksternal dan domestik.
Dari sentimen domestik, tekanan fiskal Indonesia makin terasa seiring membengkaknya belanja negara dan besarnya kewajiban pembayaran utang pemerintah, di tengah penerimaan yang belum sepenuhnya pasti. Baca Juga: Bayar Utang hingga Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun jadi Rp2.608 Triliun
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, belanja negara ditetapkan sebesar Rp3.842,7 triliun. Angka ini melonjak Rp391,3 triliun dibandingkan realisasi belanja 2025 yang mencapai Rp3.451,4 triliun.
Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.149,7 triliun dan transfer ke daerah Rp693 triliun. Dari total belanja pemerintah pusat, porsi terbesar dialokasikan untuk pembayaran bunga utang yang mencapai sekitar 19%. Angka ini belum termasuk cicilan pokok utang pemerintah.


















































