Rupiah Menguat Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Turun ke Rp16.888

1 week ago 25

loading...

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (20/2/2026). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (20/2/2026), naik 6 poin atau sekitar 0,04% ke level Rp16.888 per dolar AS. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal, yaitu risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di bulan Januari, yang diterbitkan pada Rabu, menunjukkan nada hati-hati namun cenderung hawkish.

"Risalah tersebut memperkuat pandangan bahwa pemotongan suku bunga jangka pendek tidak mungkin terjadi. Hal itu membuat Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah tetap stabil, menekan logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Baca Juga: Bos BI Akui Rupiah Harusnya Tak Selemah Ini, Apa Penyebabnya?

Sementara, Data ekonomi AS optimistis menguatkan dolar AS dan menambah tekanan pada harga emas. Klaim Pengangguran Awal turun menjadi 206 ribu untuk minggu yang berakhir pada 14 Februari, jauh di bawah perkiraan 225 ribu dan turun dari 229 ribu sebelumnya.

Survei Manufaktur Federal Reserve Philadelphia naik menjadi 16,3 pada bulan Februari, melampaui ekspektasi 8,5 dan membaik dari 12,6 pada bulan Januari. Risiko geopolitik yang terkait dengan ketegangan AS-Iran yang sedang berlangsung tetap tinggi meskipun ada pembicaraan tingkat tinggi awal pekan ini.

Read Entire Article
Prestasi | | | |