Rupiah Terkini Rp17.717 per Dolar AS, Calon Gubernur BI Destry Damayanti: Masih Undervalued

2 hours ago 5

loading...

Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menganggap, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued). Foto/Dok

JAKARTA - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) , Destry Damayanti menganggap, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued). Ia menilai mata uang Garuda sejatinya masih memiliki ruang penguatan dari posisi terkini yang bergerak di kisaran Rp17.700 per dolar AS.

"Nilai rupiah kita sebenarnya bisa lebih rendah dari sekarang, pak," kata Destry saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Destry menjelaskan, bahwa tekanan terhadap rupiah selama ini lebih dipicu oleh akumulasi sentimen pasar, baik dari lingkup global maupun domestik, ketimbang persoalan fundamental ekonomi nasional yang sebetulnya tetap terjaga solid. Baca Juga: Rincian Asumsi Makro RAPBN 2027! Rupiah Dipatok Rp17.500/USD, Prabowo Target Ekonomi RI Tumbuh 6%

"Masalahnya ada sentimen, market sentimen itu yang bisa timbulnya macam-macam, termasuk global sentimen, ini ngumpul jadi satu sehingga sebabkan pergerakan rupiah menjadi seperti sekarang ini," tegas Destry.

Kondisi tersebut, kata Destry, membuat pergerakan rupiah sangat responsif terhadap perubahan dinamika pasar. Ketika sentimen positif mengemuka, nilai tukar mampu menguat dengan cepat, dan sebaliknya saat sentimen memburuk.

Read Entire Article
Prestasi | | | |