Rusia dan China Veto Resolusi AS mengenai Sanksi terhadap Iran

5 hours ago 5

loading...

Pejalan kaki melintasi spanduk di Teheran, Iran. Foto/anadolu

NEW YORK - Rusia dan China memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang disusun Amerika Serikat. Resolusi itu dirancang untuk memperpanjang mandat panel PBB yang memantau sanksi terhadap Iran selama satu tahun.

Pemungutan suara ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan terkait Iran, yang menyoroti perbedaan pendapat yang terus berlanjut antara Washington, Moskow, dan Beijing di Dewan Keamanan mengenai cara menyikapi Iran dan sanksi yang dijatuhkan terhadap negara tersebut.

Rezim sanksi yang masih berlaku ini mencakup langkah-langkah seperti pembekuan aset Iran di luar negeri, pembatasan transaksi terkait persenjataan, dan pelarangan kegiatan yang berkaitan dengan program rudal balistik Iran.

Sanksi tersebut diberlakukan kembali pada bulan September 2025 setelah Prancis, Jerman, dan Inggris mengaktifkan mekanisme yang disebut "snapback" (pemulihan otomatis sanksi) berdasarkan perjanjian nuklir tahun 2015, yang memulihkan enam resolusi Dewan Keamanan sebelumnya yang menargetkan program nuklir dan militer Iran.

Menyusul pemberlakuan kembali sanksi tersebut, Dewan Keamanan membentuk kembali panel ahli independen untuk memantau serta melaporkan dugaan pelanggaran dan merekomendasikan kemungkinan tindakan lebih lanjut.

Negara-negara Barat menuduh Iran gagal mematuhi perjanjian nuklir tahun 2015, sementara Teheran membantah berupaya memiliki senjata nuklir atau melanggar kesepakatan tersebut.

Baca juga: Arab Saudi Mungkin Harus Menelan Pil Pahit dan Berunding dengan Iran

(sya)

Read Entire Article
Prestasi | | | |