Sentil Pakar yang Kritik Programnya, Prabowo: Saking Pintarnya Jadi Goblok

4 hours ago 4

loading...

Presiden Prabowo Subianto menganggap kritik yang disampaikan sejumlah pakar telah berubah menjadi fitnah. Foto/SIndoNews

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam kepada para pakar yang kerap memberikan kritik terhadap program yang digagas pemerintahannya. Prabowo menegaskan tujuan utamanya berpolitik adalah membela rakyat agar terbebas dari kelaparan, kemiskinan, dan masalah kesehatan seperti stunting.

"Saya ingin membela bangsa saya. Untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat Indonesia sejahtera, tidak ada orang lapar di Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya di acara HUT ke-28 PAN, di JICC, Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026) malam.

Prabowo mengaku tidak ingin lagi melihat ada orang tua yang kebingungan saat anaknya sakit, atau anak-anak Indonesia yang berangkat ke sekolah dalam keadaan kelaparan. Prabowo juga menaruh perhatian besar pada pencegahan stunting demi masa depan generasi bangsa.

"Sehingga tulangnya lemah, ototnya lemah, sel otak nya lemah. Tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain. Saya tidak ingin lihat itu. Itu bukan sumpah saya. Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera. Itu sumpah saya," tegasnya.

Di tengah orasinya yang disambut gemuruh dan tepuk tangan oleh kader PAN, Prabowo secara blak-blakan melontarkan kalimat menohok bagi para pengkritiknya. "Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pintarnya jadi goblok," ucapnya.

Prabowo meyakini pernyataannya ini mungkin akan dipotong dan diulang secara terus menerus. Prabowo lantas mengutip ayat suci Al-Qur'an untuk merespons apa yang ia sebut sebagai fitnah dari para cendekiawan tersebut.

"PAN kan juga ada basis agamis. Kalau tidak salah ada hadis, yang bunyinya, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Surat Al-Baqarah ayat 191. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan," tuturnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |