loading...
Houthi kerap menyerang kilang minyak Arab Saudi. Foto/X/@BobGentil1
RIYADH - Iran melakukan kesalahan dengan membiarkan proksinya, yakni Gerakan Houthi di Yaman danPasukan Mobilisasi Populer (PMF) di Irak,menargetkan Arab Saudi. Itu diungkapkan Sultan Barakat, seorang pakar geopolitik Timur Tengah di Universitas Hamad Bin Khalifa, Qatar.
Selama beberapa bulan terakhir, Iran mengadopsi pendekatan bijak dengan menjaga Riyadh agar tidak terlibat dalam perang dan berhasil "menetralisir pengaruh mereka dengan sukses," kata Barakat kepada Al Jazeera.
Namun, Iran tampaknya telah kehilangan kendali atas proksinya di Irak dan Yaman selama beberapa minggu terakhir, katanya, menambahkan bahwa "sedikit demi sedikit" kelompok-kelompok bersenjata ini telah mengubah sikap Arab Saudi.
"Pertama mereka mulai dengan melemahkan kepentingannya di Laut Merah, dan sekarang kita melihat serangan langsung terhadap instalasi Saudi yang datang dari Irak," kata Barakat.
Ini signifikan "tidak hanya karena kemungkinan akan memaksa Saudi untuk mengubah posisinya terkait perang, tetapi juga mungkin akan mengubah aliansi global untuk Presiden Trump, karena lebih banyak negara akan membantu Arab Saudi, khususnya di Laut Merah, jika persamaannya berubah".


















































