loading...
Serangan drone dan rudal yang melanda kawasan Teluk telah memicu kepanikan di kalangan wisatawan mancanegara terutama kelompok eksklusif yang kini berebut fasilitas jet pribadi untuk meninggalkan Dubai. FOTO/The Telegraph
DUBAI - Serangan drone dan rudal yang melanda kawasan Teluk telah memicu kepanikan di kalangan wisatawan mancanegara terutama kelompok eksklusif yang kini berebut fasilitas jet pribadi untuk meninggalkan Dubai. Penutupan bandara internasional di wilayah tersebut memaksa para miliarder dan pemegang kepentingan mencari rute alternatif melalui jalan darat menuju Oman dan Arab Saudi guna mengamankan penerbangan lanjutan.
"Banyak operator pesawat tidak mau terbang karena persyaratan asuransi dan keputusan pemilik. Jadi permintaan banyak, pasokan sangat sedikit," ujar perwakilan perusahaan charter AlbaJet yang berbasis di Austria dikutip dari The Telegraph, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: Hantam Gudang Anti-Drone Ukraina di Dubai, Iran Beri Zelensky Tamparan di Wajah
Dia menjelaskan minimnya ketersediaan armada jet pribadi di tengah situasi yang tidak stabil. Ketegangan di pusat kemewahan dunia ini meningkat setelah sejumlah fasilitas vital, termasuk hotel dan tengara kota (landmark), terdampak oleh serangan udara.
Kondisi tersebut memaksa Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) untuk terus melakukan pencegahan terhadap ancaman yang masuk, sementara aktivitas diplomatik di Teheran dihentikan sementara di tengah meluasnya konflik regional.


















































