loading...
Transformasi digital bisnis dapat dimulai secara bertahap. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Transformasi digital kerap dimaknai sebagai pemanfaatan teknologi untuk memudahkan aktivitas, seperti menyimpan data di komputer atau mengunggah dokumen ke ruang penyimpanan daring. Namun dalam konteks bisnis, transformasi digital memiliki arti yang lebih luas, yakni membangun sistem yang berbasis data, terintegrasi, dan siap berkembang mengikuti dinamika pasar.
Di tengah pergerakan pasar yang semakin cepat, pelaku usaha dituntut bergerak lebih gesit dan efisien. Proses manual, pengelolaan data yang terpisah-pisah, serta sistem yang tidak saling terhubung kerap menjadi hambatan dalam pengambilan keputusan strategis dan menjaga daya saing bisnis.
"Jutaan perusahaan di Indonesia membuktikan semangat wirausaha yang luar biasa. Sayangnya, banyak yang masih terjebak pengelolaan bisnis manual yang menghambat potensi mereka. Odoo hadir untuk mengubah itu dengan membantu mereka menjalankan bisnis dengan lebih efisien, memperluas jangkauan, dan mengambil keputusan berbasis data," ujar Direktur PT Odoo Software Indonesia Benny Putra Sugito dalam keterangan pers, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: Pentingnya Edukasi Transformasi Digital untuk UMKM: Kunci Bertahan dan Berkembang
Menurut dia transformasi digital bisnis dapat dimulai secara bertahap, terutama dari proses inti seperti penjualan, keuangan, dan operasional. Salah satu tujuan utama digitalisasi adalah memusatkan data dalam satu sistem atau Single Source of Truth (SSOT), sehingga informasi menjadi konsisten, akurat, dan mudah diakses oleh seluruh fungsi bisnis.












































