Skenario Invasi Darat AS, Ahli Geologi Sebut Kondisi Geografis Iran Jadi Benteng Alami

3 hours ago 6

loading...

Kondisi Geografis Iran. Foto /Daily

TEHERAN - Meningkatnya konflik antara Israel dan AS melawan Iran meningkatkan kemungkinan operasi darat AS, tetapi letak geografis Iran menghadirkan pilihan serangan yang sangat terbatas.

Pengerahan tambahan Marinir AS dan kapal serbu amfibi USS Tripoli ke Timur Tengah baru-baru ini menimbulkan pertanyaan serius di kalangan analis tentang apakah AS sedang mempersiapkan operasi darat melawan Iran.

Beberapa ahli pertahanan berpendapat bahwa pengerahan pasukan amfibi dapat menjadi tanda kesiapan yang terbatas untuk operasi darat.

Namun, dengan mempertimbangkan realitasmiliterdan geografis, kemungkinan AS melancarkan invasi skala besar ke Iran sangat kompleks, dan pilihan yang layak hampir terbatas hanya pada dua rute utama: dari Irak atau melalui laut melalui Teluk Persia.

Iran telah lama dianggap sebagai salah satu negara dengan medan pertahanan alami terkuat di Timur Tengah. Sebagian besar wilayahnya berupa dataran tinggi yang dikelilingi oleh pegunungan besar dan gurun yang luas.

Dua sistem pegunungan utama yang berfungsi sebagai benteng alami adalah Pegunungan Zagros, yang membentang di sepanjang perbatasan barat dengan Irak sejauh sekitar 1.500 km, dan Pegunungan Alborz, yang terletak di utara dan membentang di sepanjang pantai selatan Laut Kaspia.

Rangkaian pegunungan ini menciptakan lembah-lembah sempit dan jalur-jalur terbatas, memaksa pasukan mekanis untuk bergerak melalui rute yang rentan terhadap pertahanan atau penyergapan.

Dalam peperangan modern, hal ini membuat sangat sulit untuk memindahkan tank, artileri, dan perbekalan jauh ke wilayah Iran.

Selain itu, sekitar sepertiga wilayah daratan Iran terdiri dari gurun luas seperti Dasht-e Kavir dan Dasht-e Lut. Ini adalah wilayah yang panas dan kering dengan populasi yang jarang dan praktis tidak cocok untuk kampanye militer yang berkepanjangan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |