Surplus Beras 13%, Indonesia Buka Keran Ekspor ke Arab Saudi dan Papua Nugini

3 hours ago 6

loading...

Pemerintah membuka peluang ekspor beras setelah berhasil mencapai swasembada pada 2025. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Pemerintah membuka peluang ekspor beras setelah berhasil mencapai swasembada pada 2025. Kenaikan produksi sebesar 13% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi dasar kebijakan tersebut.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyampaikan bahwa kondisi surplus beras mendorong pemerintah untuk mengekspor ke sejumlah negara, termasuk Arab Saudi dan Papua Nugini.

“Pemerintah menyatakan bahwa RI kini sudah mencapai target swasembada beras. Kini, pemerintah mulai mengekspor beras ke sejumlah negara, termasuk Arab Saudi dan Papua Nugini, seiring meningkatnya produksi dalam negeri yang diklaim mengalami surplus,” kata Wamentan Sudaryono saat konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (19/32026).

Baca Juga: Stok Beras dan Minyak Goreng Dijamin Aman Sampai Akhir Tahun 2026

“Kemudian juga di tahun 2025 juga mungkin saya kira awak media semua sudah tahu bahwa kita sudah swasembada, surplus kita atau produksi kita naik 13% dibanding tahun 2024 dan swasembada tidak impor beras lagi,” lanjutnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |