Tidak Hanya Indonesia, Inggris Siapkan Opsi Blokir X Imbas Skandal Deepfake Grok

15 hours ago 8

loading...

Akar permasalahan bermula dari kemampuan fitur Grok yang memungkinkan pengguna untuk melakukan rekayasa telanjang (digitally undress). Foto: Sindonews/ChatGPT

INGGRIS - Eskalasi konflik antara kedaulatan digital Inggris dan ambisi Elon Musk mencapai titik didih baru. Menkominfo Inggris, Liz Kendall, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada regulator media Ofcom untuk mengambil langkah paling ekstrem: memblokir total akses ke platform media sosial X (sebelumnya Twitter) di wilayah Inggris.

Ancaman ini muncul sebagai respons keras atas kegagalan platform tersebut dalam membendung penyebaran materi pornografi palsu (deepfake) non-konsensual yang dihasilkan oleh fitur kecerdasan buatan (AI) mereka, Grok.

Pernyataan Kendall pada Jumat lalu menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu menggunakan kewenangan penuh di bawah Undang-Undang Keamanan Online (Online Safety Act) jika X terbukti melanggar hukum dengan memfasilitasi pelecehan seksual digital terhadap perempuan dan anak-anak.

Mekanisme "Undress" dan Respons yang Menghina

Akar permasalahan bermula dari kemampuan fitur Grok yang memungkinkan pengguna untuk melakukan "rekayasa telanjang" (digitally undress) terhadap foto seseorang hanya dengan perintah teks sederhana di kolom komentar.

Fitur ini memicu gelombang kemarahan publik setelah banyak korban perempuan melaporkan foto mereka dimanipulasi menjadi konten pornografi tanpa izin.

Sebagai respons cepat—yang justru memicu polemik baru—X membatasi penggunaan fitur pembuatan gambar Grok hanya untuk pelanggan berbayar bulanan.

Langkah ini, alih-alih meredakan situasi, disebut oleh pihak Downing Street (Kantor Perdana Menteri) sebagai tindakan yang "menghina" para korban kekerasan seksual.

Read Entire Article
Prestasi | | | |