loading...
Bank Indonesia (BI) mencatat layanan pembayaran ritel BI-FAST terus menunjukkan pertumbuhan pada triwulan II 2026. FOTO/Adobe Stock
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat layanan pembayaran ritel BI-FAST terus menunjukkan pertumbuhan pada triwulan II 2026. Selama periode tersebut, volume transaksi BI-FAST mencapai 1,529 miliar transaksi dengan nilai Rp3.777 triliun, seiring meningkatnya adopsi pembayaran digital di masyarakat.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan volume transaksi BI-FAST pada triwulan II 2026 meningkat 38,09% secara tahunan (year on year/yoy), mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan pembayaran digital yang cepat, efisien, dan aman oleh masyarakat maupun pelaku usaha.
"Pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya jumlah pengguna maupun merchant yang mulai mengadopsi sistem pembayaran digital," ujar Perry dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia secara virtual, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Selain BI-FAST, transaksi pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga mencatat pertumbuhan signifikan. Volume transaksi QRIS meningkat 100,12% secara tahunan pada triwulan II 2026, didorong bertambahnya jumlah pengguna dan merchant yang memanfaatkan sistem pembayaran berbasis kode QR.


















































