loading...
Presiden AS Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth menyaksikan penculikan Nicolas Maduro di Washington, D.C., pada 3 Januari 2026. Foto/Donald Trump’s Truth
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan Venezuela akan menyerahkan antara 30 dan 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi.
“Minyak ini akan dijual dengan harga pasar, dan uang itu akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan uang itu digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat!” kata Trump di platform Truth Social pada hari Selasa (6/1/2026).
Dia menjelaskan, “Saya telah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera melaksanakan rencana ini. Minyak akan diangkut dengan kapal penyimpanan, dan dibawa langsung ke dermaga bongkar muat di Amerika Serikat.”
Selain itu, Trump pada hari Selasa mengakui banyak orang tewas oleh pasukan AS selama operasi militer di Venezuela. Dia menambahkan sebagian besar dari mereka adalah warga Kuba.
“Dan di sisi lain, banyak orang tewas (dalam operasi militer di Venezuela). Sayangnya, saya katakan bahwa tentara, sebagian besar warga Kuba, tetapi banyak sekali yang tewas,” ujar Trump dalam pidatonya di Pertemuan Anggota Partai Republik DPR.
Baca juga: Takut Dicaplok Trump, Denmark Perkuat Militer di Greenland
(sya)













































