Uji Materi Pasal 304 KUHD terkait Klaim Asuransi Didaftarkan ke MK

3 hours ago 4

loading...

Seorang warga negara Indonesia, NG Kim Tjoa, melalui tim kuasa hukumnya dari Eliadi Hulu & Partners Law Firm mengajukan uji materi Pasal 304 KUHD ke MK, Selasa (13/1/2026). Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA - Permohonan uji materi Pasal 304 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) resmi didaftarkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) , Selasa (13/1/2026). Permohonan ini diajukan seorang warga negara Indonesia, NG Kim Tjoa, melalui tim kuasa hukumnya dari Eliadi Hulu & Partners Law Firm.

Dalam permohonannya, pemohon menilai Pasal 304 KUHD menimbulkan persoalan konstitusional serius karena tidak mengatur syarat klaim asuransi secara final, pasti, dan rigid di dalam polis. Akibatnya, norma tersebut dinilai membuka ruang bagi perusahaan asuransi untuk menambahkan persyaratan klaim secara sepihak setelah risiko terjadi, yang pada akhirnya merugikan konsumen asuransi. Baca juga: Demi Uang Asuransi Rp23 Miliar, Mahasiswa Ini Rela Kakinya Diamputasi, Tapi Hanya Dapat Rp129 Juta!

Permohonan ini berangkat dari pengalaman konkret pemohon sebagai penerima manfaat asuransi jiwa. Setelah tertanggung meninggal dunia, pemohon mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi sesuai ketentuan polis. Namun dalam praktiknya, pemohon justru dihadapkan pada permintaan syarat tambahan yang tidak pernah disepakati di dalam polis dan tidak memiliki relevansi langsung dengan peristiwa kematian tertanggung.

Menurut pemohon, kemunculan syarat tambahan tersebut baru terjadi pada tahap pengajuan klaim, bukan pada saat perjanjian asuransi disepakati. Kondisi ini dinilai menunjukkan bahwa hak klaim tidak ditentukan sejak awal perjanjian, melainkan bergantung pada kebijakan sepihak penanggung setelah risiko terjadi. Akibatnya, hak atas uang pertanggungan berubah menjadi hak yang bersifat semu dan tidak memberikan kepastian hukum bagi penerima manfaat.

Dalam permohonannya, pemohon menegaskan Pasal 304 KUHD saat ini hanya mengatur unsur administratif polis. Seperti identitas para pihak, waktu pertanggungan, jumlah uang pertanggungan, dan premi.

Read Entire Article
Prestasi | | | |