Umrah Bersama Karyawan, Strategi Apresiasi dan Pengembangan SDM Perusahaan

3 hours ago 2

loading...

Gagasan umrah bersama karyawan dinilai sebagai kebijakan strategis dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Foto: Ist

JAKARTA - Gagasan umrah bersama karyawan dinilai sebagai kebijakan strategis dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Gagasan yang dikembangkan Azkia Tours atau PT Nurani Insan Azkia ini bukan hanya penghargaan tapi juga perjalanan dan pengalaman selama berada di Tanah Suci.

Direktur Azkia Tours sekaligus pembimbing perjalanan ibadah Ustadz Andian Parlindungan mengatakan, gagasan umrah bersama karyawan memiliki nilai yang lebih luas dibandingkan sekadar memberikan hadiah kepada pekerja.

Baca juga: Kolaborasi Pembiayaan Umrah Inklusif Permudah Karyawan ke Tanah Suci

“Umrah itu bukan sekadar perjalanan. Ada proses untuk mendekatkan diri kepada Allah, melakukan refleksi, dan memperbaiki diri. Karena itu, ketika perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk beribadah ke Tanah Suci, yang diberikan sesungguhnya bukan hanya fasilitas perjalanan, tetapi sebuah pengalaman yang mudah-mudahan memiliki nilai dalam kehidupan mereka,” ujarnya, Selasa (25/8/2026).

Menurut Andian, perjalanan bersama juga dapat menjadi momentum bagi perusahaan untuk membangun kedekatan yang lebih manusiawi dengan karyawan. “Di tempat kerja, kita sering bertemu dalam hubungan profesional. Ada atasan, ada bawahan, ada target dan tanggung jawab. Tetapi ketika berada di Tanah Suci, semuanya memiliki posisi yang sama sebagai seorang hamba yang sedang beribadah. Dari situ bisa tumbuh rasa kebersamaan, saling menghargai, dan hubungan yang lebih dekat,” katanya.

Pendekatan tersebut menempatkan perusahaan bukan hanya sebagai pihak yang membiayai perjalanan, tetapi sebagai organisasi yang memberikan pengalaman bernilai kepada orang-orang yang menjadi bagian penting dari pertumbuhan perusahaan.

Program tersebut pun dapat dirancang sesuai dengan tujuan internal perusahaan. Misalnya, sebagai apresiasi bagi karyawan berprestasi, penghargaan masa kerja, perjalanan bersama pimpinan dan karyawan, maupun bentuk apresiasi lainnya.

Dengan demikian, umrah tidak harus ditempatkan semata-mata sebagai hadiah tapi juga dapat menjadi bagian dari strategi penghargaan sekaligus pengalaman karyawan. Di sinilah perbedaan antara reward dan meaningful experience menjadi jelas.

“Reward dapat membuat seseorang merasa dihargai. Namun, pengalaman yang bermakna dapat membuat seseorang mengingat mengapa dirinya merasa dihargai,” ucapnya.

Perusahaan pada akhirnya tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga membangun manusia yang menjalankannya. Karena itu, bentuk apresiasi kepada karyawan kemungkinan akan terus berkembang. Bonus dan insentif tetap memiliki tempat penting, tetapi perusahaan juga semakin mempertimbangkan pengalaman yang menyentuh sisi emosional, sosial, personal, dan spiritual karyawan.

“Umrah Bersama Karyawan bukan berarti perusahaan harus mengganti seluruh sistem penghargaan dengan perjalanan ke Tanah Suci. Program tersebut dapat menjadi salah satu alternatif apresiasi yang dipilih sesuai budaya, kemampuan, dan nilai perusahaan. Namun, ketika sebuah perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk mengunjungi Tanah Suci, sesungguhnya yang diberikan bukan hanya sebuah perjalanan,” ungkapnya.

(jon)

Read Entire Article
Prestasi | | | |