Utang AS pada UE bisa Jadi Alat untuk Menekan Trump terkait Rencana Caplok Greenland

1 day ago 8

loading...

Ketua faksi Renew Europe di Parlemen Eropa, Valerie Hayer. Foto/table media

BRUSSEL - Ketua faksi Renew Europe di Parlemen Eropa, Valerie Hayer, pada hari Selasa (13/1/2026) mengusulkan penggunaan utang Amerika Serikat (AS) kepada Uni Eropa (UE) sebagai alat tekanan terkait situasi di Greenland.

"Kita memiliki pengaruh atas utang nasional AS. Uni Eropa memiliki aset senilai USD1.500 miliar. Itu jumlah yang sangat besar. Amerika Serikat perlu membiayai kembali beberapa triliun dolar per tahun. Ini adalah alat yang sangat efektif yang belum kita gunakan sejauh ini, tetapi kita mungkin harus menggunakannya, dan kita tidak perlu takut akan hal itu," tegas Hayer dalam wawancara yang diterbitkan di X.

Uni Eropa juga dapat mencabut akses Amerika Serikat ke pasarnya dengan 450 juta konsumen, tambah pejabat itu.

"NATO akan berhenti eksis jika Trump menyerang Greenland," tegas Hayer.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengatakan Greenland harus menjadi bagian dari AS, dengan alasan pentingnya strategis bagi keamanan nasional dan pertahanan "dunia bebas," termasuk dari China dan Rusia.

Otoritas Denmark dan Greenland memperingatkan AS agar tidak merebut pulau itu, dengan mencatat mereka mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial bersama mereka.

Pulau itu merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953. Pulau itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada tahun 2009, dengan kemampuan mengatur diri sendiri dan menentukan kebijakan domestiknya sendiri.

Read Entire Article
Prestasi | | | |