loading...
Gambar-gambar yang menunjukkan banyak mayat demonstran menumpuk keluar dari Iran melalui jaringan internet Starlink milik Elon Musk. Foto/X via NBC News
TEHERAN - Sejumlah video yang viral di media sosial menunjukkan banyak jenazah demonstran Iran yang dibungkus kantong mayat menumpuk di sebuah kamar mayat di pinggiran ibu kota. Meski pemerintah Iran memadamkan internet, video dan gambar-gambar tentang kematian itu keluar dari Iran melalui Starlink, layanan internet satelit milik Elon Musk.
Salah satu jenazah pria ditutupi kain kafan putih berlumuran darah di dalam kantong mayat. Jenazah pria lain terbaring di dekatnya, di lantai keramik dengan tangan terangkat dan darah berlumuran di wajahnya.
Deretan demi deretan mayat lain mengelilingi mereka.
“Ini mengerikan. Ini kiamat,” kata pria yang merekam adegan di gudang pusat forensik dekat Teheran. “Ada banyak mayat," katanya lagi.
Baca Juga: Stok Rudal Melimpah, Iran Sudah Siap Jika Diserang AS
Gambar-gambar tersebut, yang beredar di media sosial minggu ini dan dilacak lokasinya oleh NBC News, menunjukkan lebih dari 200 mayat yang ditumpuk di kamar mayat darurat di luar ibu kota, senapan mesin ditembakkan ke arah kerumunan, dan bentrokan di kota-kota dari Urmia di barat laut hingga Isfahan di jantung negara.
Salah satu gambar teridentfikasi diambil pada hari Senin di Pusat Diagnostik dan Laboratorium Kedokteran Forensik Provinsi Teheran di kota Kahrizak.
Setidaknya 2.500 orang telah tewas, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Pemerintah Iran membantah angka kematian sebanyak itu.
Dua video dari Teheran, yang beredar online pada hari Senin, menunjukkan taktik yang digunakan oleh pasukan keamanan.
Dalam satu rekaman, seorang pria yang mengenakan helm dengan pelindung wajah terlihat menembakkan senapan mesin ke arah kerumunan orang sekitar 30 yard jauhnya di seberang alun-alun. Moncong senapan mesin menyala di malam hari saat pria itu menembakkan tembakan otomatis.
Dalam rekaman lain, tembakan terdengar di dekat kantor polisi saat para pengunjuk rasa terdengar meneriakkan, "Matilah Khamenei", merujuk pada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, otoritas tertinggi di negara itu. Saat kerumunan berteriak sebagian besar di luar pandangan, tembakan otomatis yang hebat terdengar selama 15 detik tanpa henti.
Kemudian sekelompok pasukan keamanan muncul dari sisi kanan layar dan seorang anggota pasukan keamanan membidik dan menembakkan pistol. Tak lama kemudian, seseorang atau mayat diseret ke kantor polisi, meskipun tidak jelas siapa orang ini. Beberapa anggota pasukan keamanan dengan perlengkapan anti-huru hara mengendarai sepeda motor lalu memasuki kantor polisi.















































