loading...
Anggota DPRD Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Hasanudin meminta pemerintah memberi dukungan ekonomi ke warga menyusul ditutupnya wisata TN Komodo akibat cuaca buruk. Foto/SindoNews
JAKARTA - Aktivitas pariwisata di Taman Nasional (TN) Komodo kembali berhenti setelah otoritas menutup kunjungan wisata ke perairan dan kawasan pulau akibat cuaca buruk yang berkepanjangan. Penutupan ini telah berlangsung hampir sebulan dan diperpanjang hingga 27 Januari 2026.
Selain itu menunda pelayaran kapal wisata yang menjadi nadi ekonomi masyarakat setempat. Akibatnya, aliran kunjungan wisatawan yang biasanya menjadi sumber pendapatan utama kini terhenti, mendorong kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi keluarga di Pulau Komodo dan pulau-pulau sekitarnya.
Hal ini juga menjadi sorotan anggota DPRD Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Hasanudin yang mencermati sejak kebijakan itu diberlakukan, sejumlah pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo dan kawasan TN Komodo tengah menghadapi realitas pendapatan yang nyaris nol.
Baca juga: Ini 3 Titik Keberangkatan Kapal Wisata Labuan Bajo ke Taman Nasional Komodo
"Pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) tidak boleh mengabaikan dampak sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat lokal," katanya, Kamis (22/1/2026).
Penghentian aktivitas pariwisata selama hampir sebulan ini telah mengakibatkan terganggunya arus pendapatan masyarakat, sementara kebutuhan hidup terus berjalan tanpa komponen penghasilan yang layak dari sektor lain.
“Penutupan destinasi wisata secara terus-menerus membuat perekonomian masyarakat terhenti total. Tidak ada lagi sumber pendapatan yang bisa diandalkan, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan,” ujarnya.
















































