4 Alasan Kemajuan Pesat Houthi di Yaman Jadi Titik Balik PerangTimur Tengah

20 hours ago 13

loading...

Kemajuan pesat Houthi di Yaman jadi titik balik perang Timur Tengah. Foto/X/@ColdBrief

RIYADH - Adam Baron, seorang rekan peneliti di Future Security Program pada lembaga pemikir New America, mengatakan bahwa serangan pesawat nirawak (drone) dari Irak terhadap jaringan pipa Arab Saudi mencerminkan "sifat mudah meledak yang lebih luas" dari realitas di Timur Tengah.

"Sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran enam bulan lalu, kita menghadapi situasi berupa serangkaian konflik yang saling terkait di berbagai front, dengan intensitas ketegangan yang pasang surut di seluruh kawasan," ujar Baron.

Penguasaan cepat Houthi atas kota-kota penting di sepanjang pantai barat Yaman dari pasukan yang didukung Saudi merupakan "titik balik yang nyata," ungkapnya kepada Al Jazeera.

"Hal ini berarti hilangnya wilayah yang secara strategis paling penting di seluruh Yaman. Terkait lokasi strategis Yaman, tidak ada yang bisa menandingi keuntungan bagi kelompok militer yang memiliki akses ke Bab al-Mandeb."

Mundurnya pasukan pemerintah yang diakui secara internasional tanpa perlawanan berarti bisa jadi merupakan taktik "untuk pertempuran mendatang," kata Baron. Namun, ia menambahkan, serangan udara yang dipimpin Saudi kemungkinan besar tidak akan cukup untuk mengusir Houthi sendirian, dan diperlukan kekuatan darat yang "terpadu" untuk tugas semacam itu.

Serangan udara oleh Arab Saudi terutama menyasar pergerakan maju militer Houthi. Saat Anda menguasai suatu lokasi atau wilayah, Anda harus memiliki bala bantuan militer untuk mempertahankan kendali atas wilayah tersebut. Justru itulah yang disasar Arab Saudi melalui serangan-serangan udara ini.

Telah terjadi 129 serangan udara di wilayah-wilayah yang baru saja jatuh ke tangan Ansar Allah, termasuk wilayah di utara tempat kelompok Houthi berusaha merangsek maju ke kota Marib, sebuah kubu pertahanan pemerintah Yaman.

Read Entire Article
Prestasi | | | |