5 Negara yang Sangat Melindungi Anak-anak, Nomor 1 dan 3 Melarang Hukuman Fisik

2 hours ago 4

loading...

Swedia dan Norwegia melatang hukuman fisik pada anak-anak. Foto/X/@parkcraftdotca

LONDON - Masa kanak-kanak sering digambarkan sebagai babak kehidupan yang paling aman. Pada kenyataannya, apakah seorang anak tumbuh terlindungi tidak hanya bergantung pada keluarga mereka, tetapi juga pada hukum negara tempat mereka tinggal. Di seluruh dunia , pemerintah mengambil pendekatan yang semakin berbeda untuk menjaga keselamatan anak-anak.

Beberapa telah melarang hukuman fisik sama sekali. Yang lain telah memperkenalkan aturan ketat untuk mengekang pekerja anak, mencegah pelecehan, atau melindungi kaum muda dari risiko media sosial. Undang-undang ini bukan tentang menciptakan masyarakat yang sempurna, dan banyak yang terus memicu perdebatan publik.

Tetapi undang-undang ini mencerminkan satu gagasan yang kuat: anak-anak berhak mendapatkan perlindungan hukum yang lebih kuat dari sebelumnya.

Melansir Times of India, pada tahun 1979, Swedia mencetak sejarah dengan menjadi negara pertama di dunia yang melarang semua bentuk hukuman fisik terhadap anak-anak, termasuk di dalam rumah. Pada saat hukuman fisik diterima secara luas di banyak masyarakat, Swedia memilih jalan yang berbeda.

Undang-undang tersebut tidak pernah dimaksudkan untuk mengkriminalisasi orang tua biasa. Sebaliknya, undang-undang tersebut berupaya mengubah sikap dengan memperjelas satu pesan: anak-anak berhak mendapatkan perlindungan yang sama dari kekerasan seperti orang dewasa.

Pemerintah mendukung undang-undang tersebut dengan kampanye kesadaran nasional, pendidikan pengasuhan anak, dan layanan dukungan keluarga, mendorong disiplin positif alih-alih hukuman fisik.

Saat ini, lebih dari 60 negara telah mengadopsi larangan serupa, dan Swedia secara luas dianggap sebagai negara yang mengubah percakapan global tentang hak-hak anak. Sistem kesejahteraan anak di Swedia juga memungkinkan pihak berwenang untuk campur tangan ketika keselamatan atau kesejahteraan anak berada dalam risiko serius.

Melindungi anak-anak tidak lagi berakhir di depan pintu. Semakin meluas, hal itu mencakup ponsel pintar di tangan mereka.

Read Entire Article
Prestasi | | | |