loading...
Isu boikot kembali mencuat dalam olahraga internasional setelah federasi sepak bola Jerman memberi sinyal mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026 . Pada sejarahnya, sejumlah ajang olahraga besar dunia pernah diboikot negara-negara kontestan.
Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) sekaligus Presiden St. Pauli, Oke Göttlich, menyerukan agar wacana tersebut dibahas secara serius, menyusul meningkatnya ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Eropa. Pernyataan itu disampaikannya kepada Hamburger Morgenpost pada 24 Januari 2026.
Göttlich menilai dunia olahraga tidak bisa sepenuhnya memisahkan diri dari dinamika geopolitik, seraya mengingatkan preseden boikot Olimpiade pada era Perang Dingin, seperti Olimpiade Moskow 1980 dan Los Angeles 1984. Di tengah Piala Dunia 2026 yang akan melibatkan 48 negara dengan mayoritas pertandingan digelar di Amerika Serikat, wacana dari Jerman tersebut kembali menegaskan bahwa boikot bukan hal baru dalam sejarah pesta olahraga dunia.
1. Olimpiade Melbourne 1956

Olimpiade Melbourne 1956, yang menjadi debut Australia sebagai tuan rumah Olimpiade, diwarnai aksi boikot dari sejumlah negara. China, Mesir, Irak, Lebanon, Belanda, Spanyol, dan Swiss memilih tidak ambil bagian dengan latar belakang persoalan politik berbeda-beda.
Salah satu pemicu utama boikot datang dari Eropa, menyusul invasi Uni Soviet ke Hongaria hanya beberapa pekan sebelum upacara pembukaan. Sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan tersebut, Belanda, Spanyol, dan Swiss memutuskan menarik diri dari ajang empat tahunan itu.

















































