80 Sekolah Swasta Elit Dicoret dari Penerima MBG, Termasuk Taruna Nusantara dan Bhayangkara

2 hours ago 8

loading...

Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pendataan ulang penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). FOTO/BGN

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pendataan ulang penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyesuaikan kebutuhan anggaran program prioritas pemerintah pada 2027. Dari penyisiran tersebut, BGN menemukan sekitar 6 juta data penerima ganda dan mengecualikan sekitar 80 sekolah swasta elit dari program MBG.

"Salah satunya kita ingin, dapat dan enggak dapat kan pasti ada urusannya sama uang, kalau dapat berarti nambah uang, kalau enggak dapat kurangi uang. Kita sudah sisir, beberapa sekolah swasta elit saya kira tidak membutuhkan MBG," kata Kepala BGN Sudaryono saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: 950 Dapur MBG Terancam Ditutup, Kepala SPPG Dipecat

Sudaryono mengatakan pendataan ulang tersebut dibahas bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memastikan alokasi anggaran MBG sesuai dengan jumlah penerima yang benar-benar membutuhkan. Menurut dia, pengecualian sekolah swasta elit dilakukan sebagai bagian dari upaya mengefisienkan penggunaan anggaran negara.

Ia menyebut sekitar 80 sekolah swasta di berbagai daerah telah dikeluarkan dari daftar penerima MBG, termasuk Sekolah Taruna Nusantara dan sekolah Bhayangkara. Informasi mengenai sekolah yang tidak mendapatkan MBG tersebut nantinya dapat diakses masyarakat melalui Radar MBG.

Selain itu, BGN menemukan sekitar 6 juta penerima manfaat yang tercatat secara ganda. Salah satu contohnya, seorang siswa tercatat sebagai penerima manfaat di pesantren sekaligus terdaftar sebagai penerima di sekolah menengah pertama (SMP). "Tahun ini kita sisir karena ada pengurangan sekitar 6 jutaan penerima manfaat, yang itu misalnya dia daftar di pesantren, terus di SMP juga dia ada namanya," ujar Sudaryono.

Baca Juga: BGN Temukan 6 Juta Data Ganda Penerima Program MBG

Untuk 2027, anggaran program MBG dialokasikan sekitar Rp240 triliun, namun besaran tersebut akan disinkronkan kembali dengan jumlah penerima manfaat berdasarkan hasil pendataan terbaru. BGN juga telah mengembalikan sekitar Rp311 miliar ke kas negara dari anggaran yang sebelumnya dikirimkan kepada sejumlah dapur MBG yang belum beroperasi.

(nng)

Read Entire Article
Prestasi | | | |